Ramahkah daun yang jatuh dengan sengaja
Dan, silaukah kilatan maaf yang tertutur dalam bayangan senja
Aku bersujud dalam lingkar ketidaksengajaan
Tanpa tahu rencana Tuhan yang begitu memuliakan
Sampai kapan lentikkan dosa yang tak mengekang itu?
Bahkan, kau tahu kertas putih tak lagi suci
Ingatkah rumah yang kosong dan setidakberdayaan suatu hari
Kau kan terikat dalam diam, sengsara, penuh kesengsaraan
Waktu masih terus menjinakkanmu
Sampai ubunmu tak malu tuk memutih
Hingga rautmu rela memudar
Dalam angan manusia demi manusia
Padahal kau telah memanusiakan manusia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar