Tuhan,
Terkadang jejak pun ikhlas terhapus oleh angin,
Bayang tersingkir oleh malam
Dan senyum dibenci oleh hati
Tuhan,
Seringkali kata tak sempurna terangkai dalam baris
Jarak tak terkekang oleh rangka kerinduan
Dan, air mata merangkak jatuh tak berdaya dalam kepingan kenangan
Tuhan,
Manusia kini mengekang luka dan dusta
Apa Kau tak lelah menampung puluhan ribu bahkan lebih
Sumur keluhan yang nista
Terucap syukur
Entah, tersirat kabar mereka yang tak pernah tunduk
Tuhan,
Langit pun tahu
Tak ada tangan di balik layar kebenaran
Kebencian merayap ke rona jiwa riya
Mencabik kemiskinan
Merobek kesakitan
Memeluk neraka kesunyian
Bersama tangan-tangan penggapai kursi terdepan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar