Minggu, 20 Desember 2015

Suara yang Tersamar oleh Angin

Tuhan,
Sampaikan padanya
Aku begitu merindukannya
Sampai ku lupa bagaimana caranya pulang dari jalan ku menapaki pendirian

Tuhan,
Sampaikan padanya,
Betapa aku ingin mendengar suaranya
Entah, sedetik pun telah cukup meredam kerinduan yang mulai mengekangku

Tuhan,
Ijinkan aku berada di dekatnya,
Ketika ia melangkah menuju dinding kesetiaan
Ketika ia menggenggam ketidakberdayaan

Tuhan,
Malam ini,
Suaranya entah mengapa tersamar oleh angin
Kalimat yang biasa ia ucap
Entah kini jarang ia tuturkan kembali
Padaku, pada daun yang mulai kering dan siap jatuh ini

Tuhan,
Ku tahu, kau tak ijinkan aku mencintainya melebihi cintaku padaMu
Tapi, sekali ini ku ingin meraih singgahsanaMu
Tuk berharap,
Pertemukan aku dan dia, ketika bertemu denganMu
Pertemukan kami...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar